Bengkalis – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pendanaan PNBP Tahun 2025 berhasil mengembangkan alat bantu perebahan sapi (Cattle Knockdown Box) guna mendukung pelaksanaan penyembelihan hewan qurban yang lebih aman, efisien, dan sesuai syariat Islam.
Kegiatan pengabdian ini mengusung judul “Rancang Bangun Alat Bantu untuk Mempermudah Proses Perebahan dan Penyembelihan Sapi” dan dilaksanakan di Masjid Taj-Al’Ulum Kampus Politeknik Negeri Bengkalis sebagai mitra kegiatan, yang dilaksanakan oleh tim pengabdi Politeknik Negeri Bengkalis yang diketuai oleh Muhammad Alimul Hafiz, S.T., M.T., dengan anggota Budhi Santoso, S.T., M.T. dan Roher, serta melibatkan mahasiswa Muhamad Yudi dan Nasri yang berperan aktif dalam perancangan, pembuatan, dan uji coba alat perebahan sapi sebagai bagian dari kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Selama ini, proses perebahan sapi saat Idul Adha umumnya masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan tali dan tenaga manusia. Metode tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan panitia, membutuhkan banyak tenaga, serta dapat menimbulkan stres berlebih pada hewan. Menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian Polbeng merancang sebuah Knockdown Box sederhana berbahan rangka besi dan plat baja, yang dilengkapi sistem roda pemutar untuk merebahkan sapi secara terkendali.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa alat ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan kerja, kesejahteraan hewan (animal welfare), serta kehalalan proses penyembelihan.
“Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan alat ini mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari 6–8 orang menjadi hanya 2–3 orang, serta mempercepat proses perebahan hingga sekitar 40 persen,” jelasnya.
Selain pembuatan prototipe alat, kegiatan pengabdian juga meliputi pelatihan teknis kepada panitia qurban, mulai dari cara pengoperasian, perawatan alat, hingga edukasi standar penyembelihan halal dan higienis. Dengan demikian, panitia qurban diharapkan mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.
Panitia qurban Masjid Taj-Al’Ulum menyambut baik inovasi ini. Mereka menilai alat perebahan sapi tersebut sangat membantu dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja serta membuat proses penyembelihan lebih tertib dan terkontrol. Masyarakat juga memperoleh manfaat berupa daging qurban yang lebih higienis dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Bengkalis kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, alat perebahan sapi ini diharapkan dapat direplikasi dan diterapkan di masjid-masjid lain di Kabupaten Bengkalis maupun wilayah sekitarnya sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

haii